Ini Daftar Negara dengan Durasi Puasa Terpanjang di Dunia. Beruntung Lho Puasa di Indonesia!


Bulan Ramadan telah tiba. Mulai hari ini, selama sebulan penuh umat Muslim di seluruh dunia mempunyai kewajiban untuk berpuasa. Di bulan yang penuh berkah ini, kamu yang Muslim harus menahan lapar dari Subuh sampai Maghrib. Kamu yang nggak terbiasa berpuasa, mungkin agak berat puasa di awal Ramadan ini. Total 13 jam kamu nggak bisa makan dan minum.

Jangan mengeluh ya harus puasa selama 13 jam. Masih banyak negara-negara lain yang waktu puasanya nggak masuk akal saking lamanya. Bagi penduduk di negara ini, durasi puasa di Jakarta atau Indonesia pada umumnya nggak ada apa-apanya. Mau tahu negara mana saja yang durasi puasanya paling lama di dunia? Yuk simak aja ulasan Hipwee Travel menyambut bulan suci Ramadan kali ini ya.

Negara yang indahnya nggak ketulungan, Islandia, jadi negara dengan durasi puasa terlama di dunia dengan 21 jam puasa bersama dengan Greenland. Gila, hampir seharian penuh tuh!

air terjun seljalandfoss, islandia via spiritsoul.ch
Islandia, negara yang mempunyai lanskap menakjubkan dan aurora ini memang berada di dekat kutub utara. Di ibukota Reykjavik, puasa di sana mempunyai durasi yang sangat lama yakni 21 jam. Logika sederhananya sih, abis buka puasa terus solat Maghrib disambung Isya dan Tarawih, eh bentar lagi sudah mau Subuh. Wah repot juga ya di sana.

Greenland, sebuah pulau di dekat kutub yang masuk dalam negara Denmark punya durasi lebih lama yakni 21 jam 2 menit dibandingkan Islandia. Selisih dua menit saja.

Negara-negara Skandinavia kompak punya durasi waktu puasa sekitar 19 jam. Matahari terbenam di sana hampir tengah malam

durasi puasa di luar negeri via www.ttgasia.com
Di periode seperti sekarang, negara Skandinavia mengalami malam yang sangat sedikit. Matahari terbenam pun jelang tengah malam. Untuk itulah negara-negara Skandinavia mendapat ‘jatah’ puasa yang cukup panjang, yakni 19 jam. Finlandia mendapat durasi 19 jam 56 menit, Norwegia 19 jam 48 menit , Swedia 19 jam 42 menit, dan Denmark 19 jam 07 menit. Rusia juga mendapat durasi puasa 19 jam 07 menit. Cukup ngeri ya membayangkan kita yang di khatulistiwa mengalami puasa sepanjang itu.

Tantangan lebih akan dihadapi Muslim yang tinggal di kawasan utara Kanada. Sebab, setiap hari matahari selalu muncul dan tidak pernah terbenam sehingga tidak ada malam. Ulama memberikan kompensasi agar masyarakat di sana berpuasa mengikuti ketentuan Mekah atau negara Timur Tengah terdekat.

Sementara itu, mayoritas negara Eropa kompak berpuasa selama 18 jam, kecuali Prancis dan negara-negara di Mediterrania (Eropa Selatan)

buka puasa via kosmonita.com
Tahun ini, puasa di Eropa lebih manusiawi dibanding tahun lalu. Kalau tahun lalu sekitar 19 jam, tahun ini kebanyakan 18 jam saja. Negara di Eropa seperti Belarusia, Jerman, Irlandia, Belanda, Inggris, Belgia, Austria berpuasa selama 18 jam lebih beberapa menit. Tetap saja sih 18 jam itu panjang banget. Sementara itu Prancis 17 jam 11 menit dan Italia 16 jam 58 menit saja.

Berikut ini tabel negara dengan puasa terpanjang dan terendah di tahun 2018. Argentina dan Australia jadi negara yang punya durasi terpendek yakni 11 jam saja

puasa terlama dan terpendek di dunia via gulfnews.com
Berikut ini daftar negara dengan puasa terpanjang dan terpendek di dunia. Beruntung sekali ya, tiga negara yang dekat dengan kutub selatan yakni Argentina, Australia dan Selandia Baru cuma mendapat durasi puasa selama 11 jam saja. Wah nggak kerasa tuh udah maghrib aja. Hehehe.

Dengan mengetahui fakta durasi puasa terpanjang di dunia semoga kamu makin bersyukur ya tinggal di Indonesia yang punya durasi puasa 13 jam saja. Belum tentu kuat lho 21 jam puasa seperti di Islandia. Hehehe.


Jangan Bersedih, Kamu yang Jalani Puasa di Perantauan adalah Panutan untuk Hidup Mandiri

Puasa di perantauan via https://unsplash.com

Puasa balik nggak lu?

Duh, kerjaan lagi nggak bisa ditinggal. Sedih banget belum bisa pulang

Ramadan tinggal menghitung hari. Banyak orang dengan sukacita sudah mulai menyambut datangnya bulan suci ini. Mulai dari iklan sirup yang sudah mulai tayang sampai penjaja takjil yang sudah mulai menyiapkan lapak jualan. Kamu sebenarnya juga menyambut bulan ini dengan penuh sukacita, tapi ada satu ganjalan yang bikin puasa tahun ini agak berat kamu jalani. Tahun ini, kamu belum bisa pulang. Tahun ini kamu harus rela untuk jalani puasa di tanah orang. Sebab ada suatu hal yang belum bisa kamu tinggalkan, seperti pekerjaan atau ujian di bangku perkuliahan.

Sedih jangan ditanya. Tiada kata yang bisa menggambarkan betapa kamu ingin menjalani puasa bersama sanak saudara di kampung halaman sana. Untukmu yang tahun ini akan menjalani puasa di perantauan, simpan dulu rasa sedihmu. Sebab kamu yang menjalani puasa di perantauan adalah sebenar-benarnya pejuang. Nggak percaya? Mungkin hal-hal di bawah ini akan bantumu sepenuhnya membuka mata. Bahwa puasa di perantauan tak selamanya menyedihkan, justru menjadi ladangmu untuk senantiasa berjuang.

1. Menjalani puasa jauh dari orangtua dan keluarga pasti rasanya berbeda. Namun tahukah kamu kemandirianmu pun terpupuk dari sana?

Cuci-cuci sendiri, buatmu makin mandiri via unsplash.com
Sesaat sebelum Ramadan tiba, kamu pasti terbayang-bayang nikmatnya jalani puasa bersama keluarga. Sahur dibangunin, bantuin ibu persiapan berbuka, hingga ibadah bersama. Namun kali ini momen tersebut agaknya tak bisa dirasakan dulu. Karena tuntutan di perantauan, kamu mau tak mau harus jalani puasa jauh dari mereka. Baru dibayangkan saja rasanya sudah bikin sesak dada dan bikin keluar air mata.

Memang sih puasa jauh dari keluarga rasanya tak enak dijalani. Rasanya ada yang kurang meski di perantauan kamu juga udah ada orang yang disayang. Namun mungkin kamu belum tahu satu hal ini. Meski tak enak jalani puasa sendiri, ada kemandirian yang pelan-pelan tumbuh dari sana. Kapan lagi kamu jalani ibadah sembari meningkatkan softskill seperti ini?

2. Meski jauh dari orang-orang tersayang, coba tengok ke sekelilingmu. Pasti ada teman sejawat yang tak bisa pulang sepertimu

Kamu tak sendiri via unsplash.com
Kalau dibayangkan, memang agak-agak miris kalau jalani puasa di perantauan. Apalagi kalau kamu belum terbiasa. Sebelum kamu berlarut dengan kesedihan karena harus puasa di perantauan, coba tengoklah sekelilingmu. Pasti ada teman-teman sejawatmu yang juga harus bertahan dan tak bisa pulang. See, simpan sedihmu mulai sekarang. Kamu tak benar-benar sendirian saat nanti jalani puasa di perantauan.


3. Telat sahur atau berbuka seadanya mungkin akan kamu rasakan. Tapi itu pasti jadi sebuah pengalaman yang berharga

Yah, telat sahur~ via unsplash.com

Yah, udah adzan aja! Padahal niatnya mau sahur tadi~
Telat bangun sahur mungkin nanti akan kamu rasakan. Selain telat sahur, berbuka dengan menu seadanya karena tabungan kian menipis juga akan kamu rasakan ketika jalani puasa di perantauan. Hal-hal inilah yang buatmu semakin ingin segera pulang ke rumah tapi terhalang oleh tugas dan kewajiban. Meski hal-hal tersebut sedikit miris jika benar-benar dialami, tapi anggap saja sebagai tambahan pengalamanmu dalam hidup ini. Bukankah pengalaman bertahan hidup di perantauan itu sungguh berharga. Siapa tahu bisa menjadi bekalmu di masa depan dan bahan cerita lucu untuk anak cucumu.


4. Kamu yang tak pulang Ramadan ini sebenarnya kaya. Kaya tabungan rindu untuk orang-orang terkasih di kampung halaman

Kamu kaya akan rindu via unsplash.com
Buka Instagram isinya foto buka bersama dengan keluarga. Buka Twitter malah melihat unggahan resep-resep makanan kampung halaman. Semakin berat pula tantanganmu saat menjalami puasa tahun ini. Meski tantangan yang akan kamu hadapi semakin berat, ada satu hal yang buatmu sesungguhnya jadi orang yang kaya. Kamu kaya akan tabungan rindu untuk orang-orang tersayang di kampung halamanmu sana. Rumah di kampung halaman bukan sekadar bangunan, tapi sebenar-benarnya tujuanmu untuk pulang. Kalau sering-sering pulang kan belum tentu bisa menabung banyak rindu seperti sekarang ini?


5. Jangan takut apalagi bersedih hati. Percayalah, di bulan yang penuh berkah ini kamu selalu bisa mengandalkan diri sendiri

Kamu selalu bisa mengandalkan diri sendiri via unsplash.com
Selain takut rindu rumah, kamu juga takut tak bisa fokus jalani ibadah selama di perantauan. Tak ada ibu yang selalu mengingatkan. Tak ada ayah yang siap meluruskanmu ketika kamu salah mengambil jalan. Kamu takut puasamu hanya sekadar menahan haus dan lapar, tanpa memperhatian lading pahala yang dibuka lebar-lebar. Meski tak ada ayah ibu serta keluarga yang senantiasa mengingatkan, kamu masih punya diri sendiri. Percayalah bahwa dirimu bisa kamu andalkan untuk merangkum semua peran itu. Kalau ada niat dan usaha, kamu bisa mengandalkan dirimu sendiri meski jauh dari keluarga. Ketakutan tak akan bisa fokus beribadah di Ramadan ini pun kelak akan sirna.


6. Sebenarnya menjalani puasa di perantuan bukan masalah sama sekali. Kamu justru menjadi cerminan seorang pejuang sejati

Kalau kamu mau, puasa di perantauan bukanlah masalah besar via unsplash.com
Jauh dari keluarga, apa-apa harus kamu lakukan sendiri, sampai takut akan godaan di bulan puasa adalah segelintir hal-hal yang buatmu ingin sekali pulang kala Ramadan tiba. Namun kalau kamu yakin pada diri sendiri bahwa kamu bisa melewatinya, puasa di perantauan tak adan menjadi masalah besar. Justru momen Ramadan ini akan buatmu menjadi cerminan sebenar-benarnya pejuang. Tak hanya berjuang menyelesaikan kewajibanmu di kantor atau bangku perkuliahan, tapi juga niat tulusu melaksanakan ibadah.

Buang jauh di pikiranmu bahwa jalani puasa di perantauan itu selalu menyedihkan. Tak perlu sedih atau bahkan sampai ketakutan sendiri. Sebab di hari nan fitri nanti, kemenangan yan akan kamu dapatkan tak hanya atas berpuasa selama sebulan tapi juga lulus dari perjuanganmu jalani puasa di perantauan.

Reference

10 Video Proses Kelahiran Water Birth yang Mengesankan Hati. Jadi Ingin Segera Punya Baby ‘Kan?


Andien Aisyah, seorang selebriti dan penyanyi Indonesia punya kabar gembira. Putranya yang pertama telah lahir melalui proses kelahiran di air atau popular dikenal sebagai water birth. Kamu mungkin telah mengenal beberapa proses kelahiran anak manusia. Proses normal dan caesar adalah dua contoh yang umum dilakukan. Namun ternyata ada beberapa proses kelahiran yang berbeda dari kedua proses itu lho. Sebut saja lotus birth, gentle birth, dan water birth.

Water birth adalah proses melahirkan yang dilakukan di air dengan kondisi yang dibuat sedemikian rupa sehingga ideal dan nyaman untuk mengeluarkan bayi.
Nah, kali ini Hipwee Wedding akan bahas secara singkat soal water birth yang dilakukan oleh Andien Aisyah, dilanjutkan dengan video proses kelahiran dengan water birth yang digali dari beberapa sumber.

Nb: sebagian dari video dalam post ini mungkin kurang nyaman dilihat oleh kamu. Siapkan jiwa raga dan lahir batin dulu ya.

Sebetulnya water birth sudah umum dilakukan di Indonesia. Andien Aisyah adalah salah satu ibu hamil yang mempopulerkan kembali metode melahirkan ini

Selamat ya, Andien via www.instagram.com
Adalah Andien, yang kini sedang dibicarakan banyak orang karena proses kelahirannya yang tidak biasa, yakni dengan water birth. Memang sekarang sudah banyak rumah sakit yang memberikan layanan melahirkan di air. Namun tentunya kamu perlu merogoh kocek yang tidak sedikit, dibanding proses melahirkan secara kovensional.

Water birth dianggap punya keunggulan lebih membuat rileks, dan mempermudah kelahiran bayi

proses melahirkan di air
Prosesnya adalah, si Ibu berendam di bak berisi air hangat dan proses melahirkan dilakukan di situ. Kadang, bidan atau suami juga ikut nyemplung di dalamnya untuk menemani si Ibu melahirkan. Konon dengan cara ini bisa membuat Ibu jadi lebih rileks.

Agar lebih paham bagaimana prosesnya, simak video berikut ini yuk.

Inilah video tentang kelahiran water birth. Awalnya memang terlihat si Ibu kesakitan, tetapi setelah bayinya lahir, semua terbayarkan


Tertutup dengan cairan vernix, inilah wujud bayi manusia ketika pertama kali menyentuh udara


Si bayi bertemu untuk pertama kalinya dengan keluarga. Ternyata begini rasa hangatnya


Bukan tak butuh bantuan, tapi ketika melakukan water birth, Ibu bebas untuk ‘menangkap’ bayinya dengan lebih nyaman


Melahirkan memang awalnya sakit, tapi ketika sudah selesai semuanya turut berbahagia, dan rasa sakit itu hilang


Melahirkan di air dianggap bisa membantu Ibu lebih rileks dan mudah dalam melahirkan


Jaminan deh, kamu pasti menanti saat-saat seperti ini bersama suamimu kelak


Airnya harus disesuaikan suhunya dulu sebelum dipakai untuk proses water birth


Dukungan suami itu penting. Terlebih ketika saat-saat Ibu mengejan


Hadirnya bayi dapat menghilangkan semua peluh lelah ketika menahan sakitnya Ibu melahirkan




Itulah beberapa video tentang melahirkan di air. Cara melahirkan adalah pilihan untuk setiap Ibu. Kamu pun kalau besok melahirkan kelak, harus cermat memilih mana yang sekiranya membuatmu nyaman. Konsultasikan juga dengan suami, keluarga, asuransi, dan kondisi keuangan kamu ya.

Semoga kelak persalinanmu lancar ya.