![]() |
| Puasa di perantauan via https://unsplash.com |
Puasa balik nggak lu?
Duh, kerjaan lagi nggak bisa ditinggal. Sedih banget belum bisa pulang
Ramadan tinggal menghitung hari. Banyak orang dengan sukacita sudah mulai menyambut datangnya bulan suci ini. Mulai dari iklan sirup yang sudah mulai tayang sampai penjaja takjil yang sudah mulai menyiapkan lapak jualan. Kamu sebenarnya juga menyambut bulan ini dengan penuh sukacita, tapi ada satu ganjalan yang bikin puasa tahun ini agak berat kamu jalani. Tahun ini, kamu belum bisa pulang. Tahun ini kamu harus rela untuk jalani puasa di tanah orang. Sebab ada suatu hal yang belum bisa kamu tinggalkan, seperti pekerjaan atau ujian di bangku perkuliahan.
Sedih jangan ditanya. Tiada kata yang bisa menggambarkan betapa kamu ingin menjalani puasa bersama sanak saudara di kampung halaman sana. Untukmu yang tahun ini akan menjalani puasa di perantauan, simpan dulu rasa sedihmu. Sebab kamu yang menjalani puasa di perantauan adalah sebenar-benarnya pejuang. Nggak percaya? Mungkin hal-hal di bawah ini akan bantumu sepenuhnya membuka mata. Bahwa puasa di perantauan tak selamanya menyedihkan, justru menjadi ladangmu untuk senantiasa berjuang.
1. Menjalani puasa jauh dari orangtua dan keluarga pasti rasanya berbeda. Namun tahukah kamu kemandirianmu pun terpupuk dari sana?
![]() |
| Cuci-cuci sendiri, buatmu makin mandiri via unsplash.com |
Memang sih puasa jauh dari keluarga rasanya tak enak dijalani. Rasanya ada yang kurang meski di perantauan kamu juga udah ada orang yang disayang. Namun mungkin kamu belum tahu satu hal ini. Meski tak enak jalani puasa sendiri, ada kemandirian yang pelan-pelan tumbuh dari sana. Kapan lagi kamu jalani ibadah sembari meningkatkan softskill seperti ini?
2. Meski jauh dari orang-orang tersayang, coba tengok ke sekelilingmu. Pasti ada teman sejawat yang tak bisa pulang sepertimu
![]() |
| Kamu tak sendiri via unsplash.com |
3. Telat sahur atau berbuka seadanya mungkin akan kamu rasakan. Tapi itu pasti jadi sebuah pengalaman yang berharga
![]() |
| Yah, telat sahur~ via unsplash.com |
Telat bangun sahur mungkin nanti akan kamu rasakan. Selain telat sahur, berbuka dengan menu seadanya karena tabungan kian menipis juga akan kamu rasakan ketika jalani puasa di perantauan. Hal-hal inilah yang buatmu semakin ingin segera pulang ke rumah tapi terhalang oleh tugas dan kewajiban. Meski hal-hal tersebut sedikit miris jika benar-benar dialami, tapi anggap saja sebagai tambahan pengalamanmu dalam hidup ini. Bukankah pengalaman bertahan hidup di perantauan itu sungguh berharga. Siapa tahu bisa menjadi bekalmu di masa depan dan bahan cerita lucu untuk anak cucumu.
Yah, udah adzan aja! Padahal niatnya mau sahur tadi~
4. Kamu yang tak pulang Ramadan ini sebenarnya kaya. Kaya tabungan rindu untuk orang-orang terkasih di kampung halaman
![]() |
| Kamu kaya akan rindu via unsplash.com |
5. Jangan takut apalagi bersedih hati. Percayalah, di bulan yang penuh berkah ini kamu selalu bisa mengandalkan diri sendiri
![]() |
| Kamu selalu bisa mengandalkan diri sendiri via unsplash.com |
6. Sebenarnya menjalani puasa di perantuan bukan masalah sama sekali. Kamu justru menjadi cerminan seorang pejuang sejati
![]() |
| Kalau kamu mau, puasa di perantauan bukanlah masalah besar via unsplash.com |
Buang jauh di pikiranmu bahwa jalani puasa di perantauan itu selalu menyedihkan. Tak perlu sedih atau bahkan sampai ketakutan sendiri. Sebab di hari nan fitri nanti, kemenangan yan akan kamu dapatkan tak hanya atas berpuasa selama sebulan tapi juga lulus dari perjuanganmu jalani puasa di perantauan.
Reference







